Free Web Hosting  

          mundur satu halaman                     balik ke halaman paling awal                        kirim mail ke aku

segala seusatu yang ingin kamu ketahui tentang putawsegala sesuatu yang ingin kamu ketahui tentang ekstasi

segala sesuatu yang ingin kamu ketahui tentang ganja

 

 

aku belum bisa buat, ada yang bisa bantu ? :)

 

 

 

 

 

 

Sejarah obat-obatan

DAFTAR ISI

  1. Pengertian
  2. Masa primitif
  3. Berkelompok
  4. Sekilas obat-obatan
  5. Obat sintetis
  6. Pengobatan abad pertengahan

Sekilas Obat-Obatan
Obat adalah senyawa yang mengubah cara kerja tubuh dan pikiran kita. Dan aktivitas 
pengubahan biologi inilah yang dianggap membantu umat manusia. Bagaimanapun tidak ada obat yang tidak berbahaya atau beracun pada dosis yang tinggi meskipun para peneliti telah mempertinggi toleransi dosis antara dosis yang efektif dan dosis yang baik. Tidak ada obat yang aman 100% tanpa potensi racun di dalamnya, dan tidak ada obat yang tanpa efek samping. Meskipun begitu keuntungan obat-obatan jauh lebih banyak daripada kerugian yang ditimbulkannya

[balik ke atas]

Sekilas obat
Obat-obatan bisa dibilang sama tuanya dengan peradaban umat manusia. Alkohol telah sangat lama digunakan dan dikonsumsi umat manusia. Begitu lama hingga kita pun tidak dapat lagi mengingat kapan pertama alkohol dibuat. Tembakau (Nicotiana), Ganja (Canabis Sativa), Bunga Opium (Papaver Somniferum), dan tanaman lain yang mengandung obat telah lama dikonsumsi dan dihisap hampir selama alkohol digunakan, dan kopi telah dihidangkan di timur tengah puluhan abad sebelum diperkenalkan di barat.
Tembakau dibawa dari Virginia ke Inggris oleh Sir Walter Raleigh. Saat Ratu Elizabeth I pertama kali mencoba menghisap pipa rokok, ia berkomentar "Aku tidak suka tanaman obat (tembakau) ini". Tentu saja tidak enak karena dia tidak tahu kandungan tar dan nikotin yang terkandung dalam tembakau. Tetapi dialah orang pertama yang berdebat sengit tentang pemilihan tembakau yang rendah tar dan nikotin seperti yang kita alami hingga saat ini.
Kopi diperkenalkan oleh orang Ottoman kepada dunia barat ketika bangsa Turki menyerang Eropa tengah pada abad ke 16. Kafein, zat alkaloid aktif yang dikandung kopi, dilarang dikonsumsi oleh orang yang jantungnya berdetak terlalu kencang (penyakit angina) karena kandungan ester pada asam kafein merangsang hormon untuk meningkatkan aktivitas detak jantung sehingga mengacaukan ritme detak jantung.

[balik ke atas]

Masa Primitif
Manusia dan kera dipercaya adalah berasal dari satu keturunan (teori Darwin). Namun mereka telah terpisah secara evolusi sejak 5-10 juta tahun yang lalu. Saat itu manusia megalitikum, neolitikum lalu orang nomaden berkelana untuk mencari makanan dan tempat untuk berlindung. 
Dalam rangka mencari makanan inilah mereka perlu pertahanan diri terhadap lingkungannya dan kemampuan bereproduksi. Manusia primitif sering terancam oleh kekurangan gizi, bahkan kelaparan. Mereka juga terancam hidupnya oleh pemangsa, baik dari golongan hewan maupun golongan manusia kanibal. 
Setelah mereka mengenal api dan cara menggunakannya, mereka lalu bisa dibilang terpisah peradabannya dari binatang. Dengan api meraka terlindung dari hawa dingin dan membuat makanan lebih lezat. Catatan mengenai cara hidup mereka masih dapat kita jumpai di dinding-dinding gua gua. Dari lukisan dinding inilah kita dapat mengetahui cara nenek moyang kita mengobati sesamanya. Mungkin secara tidak sengaja mereka telah menemukan akar, kulit kayu, daun dan buah-buahan yang mempunyai khasiat tertentu.

[balik ke atas]

Berkelompok
Sepuluh ribu tahun yang lalu, bangsa nomaden mulai menginggalkan kebiasaan mereka hidup berpindah-pindah dan menempati suatu tempat di dataran tinggi. Mereka lalu membentuk semacam komunitas petani . Kemajuan ini sangat berarti dalam sejarah peradaban umat manusia. Mereka mulai menanam pohon, memelihara hewan ternak, dan mendirikan bangunan tempat tinggal. Meski masih primitif, namun mutu kehidupan sosial mereka mulai membaik. Saat itu mereka mulai hidup berkelompok. Untuk menata tata kehidupan kelompok, maka dibuatlah peraturan/ adat istiadat. Orang yang kuat dipilih untuk menjadi pimpinan kelompok.

[balik ke atas]

SuperHuman
Pemimpin yang berambisi meningkatkan pengaruh mereka dengan menyelubungi kepribadian dan keputusan mereka dengan penuh misteri, sehingga mereka disegani dan bahkan dipuja oleh rakyatnya. Itulah yang menyebabkan konsep manusia super, dengan Tuhan sebagai kekuatan dibalik fenomena alam seperti kelahiran, ikatan keluarga, kilat, dan petir.
Tuhan diwakilkan secara ritual oleh para pendeta, dengan tumbal yang dipersiapkan oleh masyarakat, mereka melakukan upacara ritual pada saat-saat tertentu untuk mempertinggi kekuatan pemimpin mereka dan selanjutnya agar terhindar dari bencana.
Kekuasaan
Sebagian kekuasaan biasa ada pada orang yang mampu menyembuhkan penyakit di kelompoknya. Jadi dukun juga mempunyai wewenang dan kedudukan yang tinggi di masa lalu.
Terkadang kekuasaan juga dipegang oleh wanita yang berpengaruh, yaitu wanita yang berprofesi sebagai pendeta, perawat dan bidan. Namun sebagian besar kekuatan, yang dipaksakan oleh takhyul, biasa dipegang oleh lelaki yang berprofesi sebagai pendeta, dukun, hakim dan kepala suku. Obat-obatan dulu sebagian besar berasal dari bahan yang diambil dari tanaman, semak, dan buah-buahan. Tak jarang pula mereka menggunakan bagian tubuh hewan dan bahkan jantung manusia sebagai bahan obat mereka.

[balik ke atas]

Dilema

Nenek moyang kita dahulu selalu beranggapan bahwa penyakit yang mereka derita diakibatkan oleh kutukan dewa karena tidak mematuhi aturan yang ditetapkan. Pikiran mereka selalu dipenuhi oleh takhyul dan sugesti. Dasar penyembuhan bagi mereka adalah petunjuk dewa yang memberikan mereka penyakit. Tentu saja hal ini sangat sulit. Dengan metode trial and error akhirnya lambat laun mereka belajar tentang ilmu pengobatan. Bahkan setelah mereka menemukan tanaman yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit tertentu, mereka terus mencoba tanaman tersebut untuk mengobati penyakit lainnya, baik penyakit itu mempunyai gejala yang sama atau gejala yang samar-samar terlihat sama. Terkadang sangat sulit untuk mengidentifikasi suatu penyakit walaupun dunia pengobatan modern yang kita miliki sekarang punya banyak metoda identifikasi seperti sinar X, ultrasound, magnet nuklir, visualisasi resonansi, test darah, dll.
Bisa kita bayangkan sulitnya jadi dokter masa lalu. Mereka hanya diberikan data gejala yang terlalu umum seperti pusing, luka, dll. Dengan keadaan yang serba sulit tersebut tanpa pengetahuan tentang anatomi manusia dan patologi mereka mencobat obat-obatan dari tanaman dengan harapan bahwa obat tersebut dapat membantu. Seringkali pengobatan ini disertai dengan ritual pemujaan supaya dewa membantu penyembuhan si pasien.
Ada lagi sebuah metode pengobatan yang aneh. Pada masa Romawi seorang dukun (peramal sekaligus penyembuh) mendiagnosa penyakit dan meramal masa depan dengan media ayam. Mereka melihat isi perut ayam yang baru disembelih lalu menemukan penyakit si pasien dan meramal masa depan si pasien. Dukun semacam itu disebut Haruspex. Yang unik dari haruspex adalah jika mereka bertemu sesama dukun haruspex mereka saling tertawa terbahak bahak.

[balik ke atas]

Metode Pengobatan Cina
Salah satu catatan pengobatan tertua terdapat di Cina. Catatan tersebut ditulis oleh kaisar Shen Nung yang hidup pada 2735 SM. Ia mengumpulkan buku-buku tentang tanaman dan menulis seluruh data obat-obatan yang diketahui saat itu. Dia juga mampu memberikan resep dari berbagai tanaman di Cina saat itu. contohnya : daun Ch'ang Shan mampu menyembuhkan demam yang diakibatkan oleh parasit dari nyamuk malaria. 
Obat tersebut berupa bubuk yang berasal dari akar tanaman lumut saxifragaceae (sekarang dinamakan dichroa febrifuga). 4700 kemudian barulah ilmuwan Cina berhasil menemukan senyawa yang berasal dari lumut tersebut yang terbukti dapat mengontrol pertumbuhan parasit nyamuk dalam tubuh.
Daun tanaman lumut ini biasa disebut Shun Chi juga juga diteliti oleh ilmuwan Amerika pada perang dunia II untuk melindungi tentaranya dari serangan malaria saat bertugas di daerah tropis. Meski berhasil menemukan obat malaria, namun rasa mual yang ditimbulkan parasit tersebut tidak bisa ditanggulangi. Kaisar Shen Nung juga menemukan khasiat tanaman lain yaitu tanaman Ma Huang (sekarang disebut Ephedera sinica). Kandungan utama Ephedera ini adalah alkaloid. Ephedera ini berkhasiat untuk merangsang tekanan darah dan pernafasan. Khasiat Ephedera ini baru ditemukan kembali oleh Nagai, seorang ilmuwan Jepang pada tahun 1887 (sekitar 4600 tahun kemudian). Pada buku Pen Tsao (Tanaman Obat) yang ditulis 5000 tahun yang lalu juga direkomendasikan minyak jarak untuk cuci darah dan biji opium untuk tidur.Tradisi pengobatan Cina selama 5000 tahun tetap berkembang hingga sekarang. Sebagian filosof kuno Cina berpendapat bahwa sakit disebabkan oleh iblis yang selalu bertentangan dengan kebaikan. Mereka berpendapat bahwa alam adalah kebaikan dan dapat menyembuhkan. Sedangkan ilmuwan kuno Cina berpendapat bahwa alam tidak selalu bersifat baik. Ada sifat alam yang merugikan, semisal gempa bumi, banjir, dll. Banyak juga tanaman yang mengandung racun yang mematikan. Penggunaan tanaman sebagai racun telah tersebar luas. Kita dapat melihat sejarah pembunuhan, bunuh diri, dan kematian karena meminum tanaman jenis racun, seperti juga peperangan yang menggunakan panah yang telah diolesi racun. Beberapa ahli farmasi Cina berpendapat bahwa racun sintetis jauh lebih berbahaya daripada racun alami. Tapi pendapat ini tidak terbukti kebenarannya. Beberapa senyawa sintesis memang sangat beracun, beberapa tidak. Hal itu juga berlaku bag ibahan alami. Pada ratusan kasus, manipulasi secara kimia dari bahan alami telah mengurangi kadar kekuatan racun dari antibiotik, hormon, bisa ular dan zat aktif biologi lainnya. Seringkali bahan semisintesis dan semacamnya ternyata lebih aman digunakan dalam pengobatan ketimbang bahan alami.

[balik ke atas]

Hindu
Peradaban Hindu kuno telah mencatat penggunaan buah chaulmoogra yang minyaknya dioleskan untuk mengobati penyakit lepra. Kita tahu bahwa pengolesan minyak buah chaulmoogra ini tidak efektif melawan bakteri lepra. Penggunaan buah ini telah digantikan oleh obat sintesis dan metode pengobatan lainnya. 

[balik ke atas]

Mediterania
Bangsa Mediterania menggunakan bubuk kepala bunga Artemesia maritima yang dikeringkan untuk mengobati cacingan. Tanaman ini berasal dari Rusia tengah. Bahan aktif di dalamnya adalah santonin, Sampai saat ini para ilmuwan tidak dapat memisahkan antara dosis yang efektif dan dosis racun. Namun santonin tetap digunakan sampai saat ini untuk mengobati infeksi cacing gelang pada hewan ternak.
Tanaman lain yang berkhasiat untuk cacingan adalah goosefoot (Chenopodium anthelminticum). Dari bunganya keluar uap yang mudah menguap yang mengandung bahan aktifascridole. Bangsa Romawi memberi nama tanaman tersebut Chenopodium, bangsa Yahudi menyebutnya Oak Yerusalem, dan yang lain menyebutnya Teh Meksiko.
Zat sejenis yang berkhasiat untuk mengeluarkan cacing pita didapat dari minyak pohon paku jantan. Minyak yang kental dan berwarna hijau ini juga mengandung bahan aktif ascaridole. Pada manusia, dosis yang tepat adalah dosis yang hampir sama dengan dosis yang berbahaya. Karena itu pengobatan tersebut kini dilarang penggunaannya. 

[balik ke atas]

Suku Indian
Suku Indian di Amerika Tengah dan Selatan terkenal sangat maju dalam teknologi farmasi. Suku Aztek sering kali menulis ilmu pengobatan mereka di batu-batuan. Namun pengetahuan kita tentang metode pengobatan mereka kita dapat dari tulisan kuno oleh pendeta Spanyol saat bangsa Spanyol yang dipimpin oleh Hernan Cortes (1484-1547) mencoba menguasai benua Amerika. 
Suku Indian menggunakan banyak zat yang terkandung dalam tembakau dan tanaman yang mengandung zat yang memabukkan. Namun yang paling fantastik adalah penggunaan sejenis jamur yang dikeramatkan untuk upacara ritual. Jamur yang memabukkan ini digunakan pada upacara ritual untuk mempengaruhi pikiran mereka supaya lebih khidmat dalam melakukan upacara. 
Kini, banyak jenis jamur, bunga, dan tanaman perdu yang telah diekstrak secara kimia dan telah berhasil diidentifikasi bahan aktif di dalamnya. Contohnya adalah peyote (sejenis kaktus kecil) yang sekarang dinamakan Lophopora williamsii yang mengandung alkaloid terutama meskalin yang menyebabkan halusinasi.
Suku Indian menyebut Jamur yang dikeramatkan itu teonacatl yang berarti "daging Tuhan". Beberapa jamur ini berasal dari spesies Psilocybe dan dapat menyebabkan halusinasi.
Pendeta Spanyol yang saat itu datang bersama penjajah Spanyol sangat membenci tanaman jamur tersebut setelah mereka melihat penggunaan jamur tersebut pada upacara pengorbanan oleh Suku Aztek. Dahulu Suku Aztek secara rutin mengadakan upacara pengorbanan manusia untuk diambil jantungnya setelah sebelumnya disiksa terlebih dahulu. Mereka melakukan penyiksaan dalam upacara tersebut sebenarnya berada dalam keadaan mabuk (terhalusinasi) karena jamur tersebut.

Obat Tradidional yang masih digunakan di negara berkembang untuk masalah pencernaan adalah bubuk akar dari tanaman ipecacuancha (spesies Cephaelis ) yang mereka sebut ipecac. Suku Indian di Brazil telah menggunakan metode pengobatan "igpecaya" untuk menanggulangi penyakit disentri. Samuel Purchas (1577-1626) menjelaskan kegunaan obat ini di bukunya berjudul "Purchas his Pilgrims". pada tahun 1615 sehingga tanaman obat ini menjadi populer. Dengan metode igpecaya inilah dokter Claude-Adrien Helvetius (1715-1771) berhasil menyembuhkan penyakit infeksi amuba anak Louis VX. 
Namun amuba sebagai penyebab penyakit ini tidak diteliti secara serius hingga tahun 1875. Dan 35 tahun kemudian baru ditemukan bahan aktif dalam tanaman ipecacuancha yang mampu mengatasi disentri. Bahan aktif itu adalah metil alkaloid dan cephalin. Metode igpecaya digunakan selama ratusan tahun untuk membuat orang keracunan dapat memuntahkan racunnya. Namun karena itulah penggunaan metode tersebut untuk penyakit disentri dibatasi. 

[balik ke atas]

Yunani
Pada tahun 400 sebelum masehi Hipocrates, bapak farmasi, tertarik menggunakan garam anorganik sebagai obat. Hasil karya Hipokrates digunakan selama berabad-abad dan para ahli kimia terus menerus melakukan penelitian untuk membuat obat dari bahan anorganik. Sampai saat ini pun kita juga masih banyak menggunakan bahan anorganik sebagai obat. Misalnya magnesium sulfat (biasa disebut garam Epsom karena banyak ditemukan di kota Epsom Inggris), garam alumunium astringent, sodium, natrium klorida dan garam-garam kalsium untuk mencegah berbagai defisiensi (kekurangan zat). Barium sulfat digunakan supaya hasil radiasi sinar X terlihat kontras. Yodium digunakan untuk mencegah kekurangan hormon tiroid dan flour untuk kekuatan gigi.
Senyawa emas dalam kedokteran masa lalu digunakan untuk penyakit sendi. Perak nitrat digunakan untuk mencegah kebutaan pada penderita kencing nanah sebelum penisilin ditemukan.
Sebuah sumbangan besar bagi dunia farmasi juga diberikan oleh seorang ahli botani dari Perganum, Yunani bernama Claudius Galenius (biasa disebut Galen) yang hidup pada tahun 200 M. Kebanyakan obat yang dibuat Galen terbuat dari bahan tanaman. Bahkan Galen berpendapat bahwa zat dalam tanaman saja sudah mampu mencukupi seluruh kebutuhan manusia untuk hidup sehat. Sedangkan kita sekarang mengetahui bahwa seorang yang melakukan diet ketat dengan tidak memakan daging, keju, telur dan susu tidak dapat mencukupi kebutuhan semua jenis kebutuhan protein dan asam amino dalam tubuh. Namun begitu Galen adalah pelopor penggunaan berbagai macam tanaman untuk pengobatan. Diantara bahan obat favoritnya adalah hyoscyamus (yang mengandung atropine), opium (sumber morfin) dan squill (perangsang denyut jantung).

[balik ke atas]

Pengobatan abad pertengahan

Ajaran pengobatan herbal Galen telah dipraktekkan 1000 tahun di Eropa. Saat itu di Eropa ilmu pengobatan hanya diajarkan di biara katolik dan hanya boleh dipelajari oleh para biarawan. Para biarawan tersebut tidak hanya belajar metode pengobatan Galen, tetapi juga metode pengobatan yang mereka serap dari dunia timur (islam). Saat kekaisaran Romawi dan Brizantine runtuh dan masa kejayaan Islam terjadi, Eropa mengalami masa kegelapan yang selalu dipenuhi dengan peperangan dan kelaparan. Perkembangan budaya dan pembelajaran ilmu pengobatan menjadi tidak mungkin di Eropa. Kebun biara menjadi pusat bahan obat-obatan di Eropa dan telah banyak berjasa menanggulangi berbagai penyakit. Namun penyakit infeksi, penyakit jantung, kanker, luka dan trauma akibat peperangan dan penyiksaan tidak bisa ditangani oleh para biarawan tersebut. Bencana wabah terus menerus menimpa Eropa, terutama wabah pes, infeksi virus dan kemudian sipilis. Para penderita yang tidak tertolong hanya dapat menunggu di puncak penderitaannya hingga ajalnya tiba. Pengeluaran darah kotor dengan cara merusak pembuluh venanya atau dengan menggunakan lintah adalah salah satu metode pengobatan masa lalu untuk berbagai penyakit. Amputasi dilakukan dengan tanpa memenuhi syarat hygenis sehingga tindakan amputasi seringkali adalah tindakan bodoh yang mengakibatkan pasien meninggal karena infeksi bakteri. Bedah Czesar pada ibu hamil adalah vonis mati bagi ibu tersebut. Memang hidup di Eropa pada abad pertengahan sangat sulit. Usia harapan hidup hanya mencapai 40 tahun. 

Keputusasaan akan kondisi kesehatan selalu dialami oleh baik itu raja maupun budak selama 1500 tahun. Tak heran kehidupan yang lebih baik hanya bisa dibayangkan di surga yang hanya mewakili suatu hipotesa yang tidak pernah terbukti. 

[balik ke atas]

Obat Sintesis
Sesuatu yang diketahui sebagai obat tanaman, mineral dan jaringan disebut materia medica. Istilah materia medica ini masih kita gunakan untuk informasi obat-obatan (semacam kode dan label obat) sampai saat ini. Bahasa latin banyak digunakan disini karena bahasa latin adalah bahasa resmi para biarawan masa lalu dan supaya orang awam tetap tidak tahu banyak tentang informasi detail obat-obatan sehingga hal yang tidak diinginkan seperti penyalahgunaan dan kesalahan peracikan oleh orang awam tidak terjadi.
Ketika selebaran sudah tidak muat lagi menampung informasi pengobatan, maka dibuatlah jurnal dan buku tentang pengobatan. Beberapa buku pengobatan pertama kali muncul diterbitkan di Florence tahun 1498, enam tahun setelah Columbus tiba di Dominica. Diikuti oleh Nuremberg (1535), Basel (1561), Augsburg (1564) dan London (1618). Standart kemurnian dan cara peracikan obat selalu disertai dengan deskripsi bahan dan mineral yang terkandung di dalamnya. Akhir abad pertengahan kebetulan adalah awal kebangkitan ilmu kimia. Kimia primitif biasanya selalu berhubungan dengan bahan anorganik. Namun ketertarikan baru akan kimia anorganik telah membuat bahan botani sebagai bahan skunder pembuatan obat-obatan karena telah digantikan oleh zat kimia anorganik.

[balik ke atas]